Tutorial Hardware (Keyboard dan Mouse)

Pada postingan kali ini saya akan mengulas tentang tutorial bagaimana mensetting hal-hal yang berkaitan dengan hardware, khususnya pada keyboard dan mouse.

Keyboard :

1. pertama-tama yang harus dilakukan adalah masuk ke control panel. untuk masuk ke control panel bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengklik ‘control panel’ yang ada di menu start

 

atau dengan menekan Windows+R untuk masuk  ‘Run’ kemudian ketik ‘control panel’dan klik OK

 

2. ketika sudah masuk control panel, doubleclick pada icon yang bertuliskan  ‘keyboard’

3. setelah masuk ke jendela ‘keyboard’ pada tab ‘speed’ ada beberapa setting yang bisa diubah :

  • setting ini untuk mengatur delay dalam mengetik kata-kata. jadi ketika diatur ke posisi ‘long’, maka akan ada jeda yang lebih lama dibandingkan di posisi ‘short’ bila hendak mengetik ataupun mengahpus kalimat.
  • setting ini berfungsi ketika kita mengetikan kalimat dan menekan tombol backspace, maka proses penghapusan akan semakin lambat.
  • setting ini berfungsi untuk mengatur frekuensi kedipan dari kursor.

 

4. sedangkan pada tab ‘hardware’ kita bisa mengetahui spesifikasi keyboard yang kita gunakan

 

Mouse :

1. sama seperti tutorial keyboard, terlebih dahulu masuk ke control panel melalui salah satu dari kedua metode yang telah disebutkan di atas. kemudian double click pada icon yang bertuliskan ‘ mouse’.

 

2. pada tab ‘buttons’ ada beberapa setting yang bisa diatur :

  • menseting primary button (kiri atau kanan)
  • mengatur kecepatan double click

 

3. pada tab ‘pointers’ kita bisa memilih pointer dari harddisk

 

4. pada tab ‘pointer option’ ada juga ada beberapa seting yang bisa kita atur, diantaranya :

  • menset kecepatan kursor
  • melihat posisi kursor dengan menekan tombol Ctrl

 

5. pada tab terakhir, yakni ‘hardware’ sama seperti pada keyboard, kita bisa melihat spesifikasi dari mouse yang kita gunakan

 

itulah sedikit tutorial tentang hardware dan bagaiaman mengatur beberapa seting yang tersedia. semoga bermanfaat :)

end.

Kontribusi Sektor Pertanian dalam Perekonomian

Pertanian merupakan salah satu atau mungin sektor yang paling dominan kontribusinya terhadap perekonomian. Pertanian memberikan kurang lebih 50% kontribusinya terhadap bidang-bidang atau sektor-sektor lainnya, salah satunya sektor perekonomian. Mengingat Indonesia merupakan Negara agraris yang berarti dari Sabang sampai Merauke, mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. Indonesia juga merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alamnya yang tersebar luas di seluruh kawasan di Indonesia. Selain itu Indonesia memiliki tanah yang subur yang cocok menanam tanaman agar tumbuh subur. Semua itu merupakan hal-hal yang dapat mendukung kemajuan pertanian bangsa bila kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dan akhirnya kemajuan tersebut dapat berpengaruh besar dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri.

Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Itu berarti sektor-sektor atau bidang-bidang seperti perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan, yang semua sektor tersebut melakukan kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup, merupakan sektor-sektor yang masih dalam ruang lingkup pertanian. Hal itu merupakan salah satu yang membuat pertanian menjadi sektor yang paling besar berkontribusi terhadap perekonomian bangsa.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif (intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.

Sisi yang berseberangan dengan pertanian industrial adalah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.

Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub “ideologi” pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Dari ketiga macam pertanian, agribisnis/pertanian intensif inilah yang paling memberikan keuntungan yang maksimal kepada sektor/bidang perekonomian.

Seperti yang telah disebutkan di atas, pertanian memiliki subsektor-subsektor yang memliki kontribusi dan potensi dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Seperti perikanan. Indonesia memiliki laut yang luas yang memisahkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lainnya. Dengan potensi laut Indonesia yang luas dan kaya akan hasil laut seperti berbagai macam ikan, amfibia, dan non-vertebrata air lainnya, dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian bangsa. Kemudian ada sektor peternakan. Sektor yang sudah jelas memberikan kontribusinya dengan hasil ternak, seperti susu dari sapi, wol dari domba, telur dari ayam, dll. Atau pun memberikan kontribusinya dari hasil penjualan hewan ternak yang diperjual belikan. Semua itu juga memberikan kontribusi kepada kemajuan pertanian di Indonesia. Sektor perkebunan, merupakan sektor yang memberikan kontribusi melalui komoditas penting seperti karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, tebu, dll. Dan lagi-lagi hal tersebut merupakan kontribusi yang dapat memajukan pertanian bangsa dan akhirnya kemajuan tersebut dapat berpengaruh besar dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri.

Jadi, pertanian merupakan sektor primer yang memberikan setengah dari semua kontribusi yang diberikan kepada sektor perekonomian di Indonesia. Dibantu oleh subsektor-subsektor dari pertanian yakni perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan pertanian bangsa  yang akhirnya kemajuan tersebut akan sangat berperan penting dan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi tanah air.

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!